Aku membencinya, itulah yang selalu kubisikkan dalam hatiku hampir sepanjang kebersamaan kami. Meskipun menikahinya, aku tak pernah benar-benar menyerahkan hatiku padanya. Menikah karena paksaan orangtua, membuatku membenci suamiku sendiri.
Walaupun menikah terpaksa, aku tak pernah menunjukkan sikap benciku. Meskipun membencinya, setiap hari aku melayaninya sebagaimana tugas istri. Aku terpaksa melakukan semuanya karena aku tak punya pegangan lain. Beberapa kali muncul keinginan meninggalkannya tapi aku tak punya kemampuan finansial dan dukungan siapapun. Kedua orangtuaku sangat menyayangi suamiku karena menurut mereka, suamiku adalah sosok suami sempurna untuk putri satu-satunya mereka.
Ketika menikah, aku menjadi istri yang teramat manja. Kulakukan segala hal sesuka hatiku. Suamiku juga memanjakanku sedemikian rupa. Aku tak pernah benar-benar menjalani tugasku sebagai seorang istri. Aku selalu bergantung padanya karena aku menganggap hal itu sudah seharusnya setelah apa yang ia lakukan padaku. Aku telah menyerahkan hidupku padanya sehingga tugasnyalah membuatku bahagia dengan menuruti semua keinginanku.
Bungkus atau Isi :)
Diposting oleh
Shofi Muthia S
/
Comments: (0)
Hidup akan sangat melelahkan, sia-sia dan menjemukan bila Anda hanya menguras pikiran untuk mengurus BUNGKUS-nya saja dan
mengabaikan ISI-nya.
Bedakanlah apa itu "BUNGKUS" nya dan apa itu "ISI"nya.
"Rumah yg indah" hanya bungkusnya;
"Keluarga Bahagia" itu isinya.
"Pesta pernikahan" hanya bungkusnya;
"Cinta kasih, Pengertian, dan Tanggung jawab" itu isinya.
"Ranjang mewah" hanya bungkusnya;
"Tidur nyenyak" itu isinya.
mengabaikan ISI-nya.
Bedakanlah apa itu "BUNGKUS" nya dan apa itu "ISI"nya.
"Rumah yg indah" hanya bungkusnya;
"Keluarga Bahagia" itu isinya.
"Pesta pernikahan" hanya bungkusnya;
"Cinta kasih, Pengertian, dan Tanggung jawab" itu isinya.
"Ranjang mewah" hanya bungkusnya;
"Tidur nyenyak" itu isinya.
FILOSOFI SEBATANG PENSIL
Diposting oleh
Shofi Muthia S
/
Comments: (0)
Sebatang pensil sebenarnya mempunyai LIMA kualitas unggulan yang bisa menjadi pedoman saat kita menjalani kehidupan ini:
1: Mengingatkan bahwa seperti sebuah pensil ketika menulis, ada tangan yang selalu membimbing langkah kita dalam hidup ini. Kita menyebutnya tangan Tuhan.
2: Proses meraut, seakan membuat pensil menderita. Tetapi setelah selesai, ia tajam kembali. Begitu juga dengan kita, harus berani menerima penderitaan/tantangan, karena itu semua membuat kita menjadi manusia yang lebih baik dan berkualitas.
3: Pensil selalu memberikan kita kesempatan untuk menggunakan penghapus demi memperbaiki kesalahan. Oleh karena itu, ingatlah bahwa memperbaiki kesalahan dalam hidup ini bukanlah suatu hal yang buruk :)
4: Bagian yang paling bermanfaat dari pensil bukanlah bagian luarnya, melainkan arang yang ada di dalamnya! Begitu pula dengan kita, harus selalu memupuk hal-hal baik yang ada di dalam diri sendiri.
5: Pensil selalu meninggalkan tanda/goresan. Kita pun demikian. Maka berhati-hatilah dalam berpikir, berucap, dan bertindak. Sehingga, goresan yang kita tinggalkan bisa menjadi guratan yang memberi manfaat bagi diri dan orang lain.
1: Mengingatkan bahwa seperti sebuah pensil ketika menulis, ada tangan yang selalu membimbing langkah kita dalam hidup ini. Kita menyebutnya tangan Tuhan.
2: Proses meraut, seakan membuat pensil menderita. Tetapi setelah selesai, ia tajam kembali. Begitu juga dengan kita, harus berani menerima penderitaan/tantangan, karena itu semua membuat kita menjadi manusia yang lebih baik dan berkualitas.
3: Pensil selalu memberikan kita kesempatan untuk menggunakan penghapus demi memperbaiki kesalahan. Oleh karena itu, ingatlah bahwa memperbaiki kesalahan dalam hidup ini bukanlah suatu hal yang buruk :)
4: Bagian yang paling bermanfaat dari pensil bukanlah bagian luarnya, melainkan arang yang ada di dalamnya! Begitu pula dengan kita, harus selalu memupuk hal-hal baik yang ada di dalam diri sendiri.
5: Pensil selalu meninggalkan tanda/goresan. Kita pun demikian. Maka berhati-hatilah dalam berpikir, berucap, dan bertindak. Sehingga, goresan yang kita tinggalkan bisa menjadi guratan yang memberi manfaat bagi diri dan orang lain.
About One Direction
Diposting oleh
Shofi Muthia S
/
Comments: (0)
One Direction apaan sih?? Satu arah ? nama penyakit ? begitulah kira-kira yang saya pertanyakan waktu ngelihat ada orang yang tiap hari ngetwit soal 'One Direction'.
Gilak. sebenarnya ini apaan sih. Heboh banget. Gue langsung cari tahu. And then, One Direction ternyata sebuah boyband asal Inggris jebolan "the X Factor" yang beranggotakan 5 orang. Ini mengingatkan saya dengan Westlife salah satu boyband kesukaan gue.
Lirik Lagu 'Wanitaku'
Diposting oleh
Shofi Muthia S
on Jumat, 11 Mei 2012
/
Comments: (0)
lagu ini ciptaan @landakgaul salah satu dari following gue, dan yang nyanyiin lagu ini adalah @adhiefahmi salah satu dari following gue juga. Mereka berdua adalah selebtwit yang cukup terkenal karna emang tweet mereka (menurut gue) cukup bagus. Gue udah ngefollow @landakgaul semenjak gue aktif di twitter. Kalo ga salah sekitar tahun 2010 akhir. @landakgaul adalah salah satu selebtwit yang paling gue suka. Gue gapernah ketinggalan tweetnya dia, sampe @landakgaul tuh gue masukin ke dalam salah satu list favorite yang gue sembunyiin, hehehe. Mungkin si @landakgaul nyiptain lagu ini karna terinspirasi dari gue:D. Kalo gitu langsung aja yaa ini lirik lagunya yang @landakgaul & @adhiefahmi :D
WANITAKU
Terlalu cantik kata yang untuk patut gambarkanmu
Terlalu indah tak ada yang selain itu
Tak bisa kumiliki kesempurnaanmu
Walau bisa tak mungkin ku sakiti hati yang lain

